CatatBarber Masuk

Coba 7 hari gratis · sisa 52 dari 100 cabang harga perkenalan

Buat pemilik barbershop — dari satu kursi sampai banyak cabang.

Biar Angka yang Ngomong,
Bukan Perasaan

Kamu fokus motong dan ngurus pelanggan. Komisi, uang laci, sama untung bersihnya kecatat sendiri — dan pas ada yang nanya, jawabannya angka, bukan kira-kira.

Tanpa kartu kredit. Tanpa pemasangan. Buka lewat HP atau komputer.

Yang Hilang Tanpa Pernah Ketahuan

Rugi di barbershop nggak pernah teriak. Ia cuma bikin angka akhir bulan lebih kecil dari yang kamu rasa — dan kamu nyimpulin “bulan ini sepi”, padahal bukan.

Laci kurang, nggak tahu sejak kapan

Beres-beres mau pulang, uang di laci kurang Rp80 ribu. Ujungnya kasir yang dicurigai, padahal belum tentu.

Rp20 ribu sehari yang nggak ketahuan itu Rp7 juta setahun.

Komisi dihitung tangan tiap malam

Sering salah, sering diprotes, dan bulan depan nggak ada catatan buat membuktikan siapa yang benar.

Kelebihan sedikit, uangmu pergi diam-diam. Kurang sedikit, barbermu pergi — dan pelanggannya ikut.

Pelanggan hilang tanpa pamit

Yang biasanya datang tiap tiga minggu, dua bulan nggak muncul. Nggak ada yang ngasih tahu, dan dia sering cuma lupa.

Satu pelanggan tetap itu sekitar Rp600 ribu setahun.

Keputusan pakai perasaan

Barber mana yang paling menghasilkan? Layanan mana yang habis waktu tapi tipis untungnya?

Ditanya untung berapa, jawabannya kira-kira.

Nggak satu pun dari empat ini bakal ngasih tahu kamu duluan. Itu yang bikin mahal — bukan besarnya, tapi lamanya nggak ketahuan.

Dan bocornya beda-beda, tergantung barbershopmu lagi di tahap mana.

Kamu yang Mana?

Cari yang paling mirip punyamu. Masalahnya beda-beda, tapi ujungnya sama: ada yang kamu putuskan tiap hari pakai tebakan.

Motong sendiri, nyatet sendiri, belanja sendiri

Uang masuk kerasa banyak, yang keluar nggak pernah dijumlah. Ditanya untung berapa, jawabannya kira-kira.

  • Catat sepuluh detik pas selesai motong. Buka-tutup laci bisa dimatiin biar nggak nambah kerjaan.
  • Akhir bulan kelihatan: layanan mana yang menghidupi, dan untung bersihnya beneran berapa.
Barbershop berdua, duitnya dibagi berdua

Bagi hasil dihitung malam-malam dari ingatan dua orang. Sekali beda, yang tersisa bukan cuma selisih — tapi ganjalan.

  • Aturan bagi hasilnya diatur sekali. Tiap transaksi selesai, langsung ketahuan bagian siapa berapa.
  • Harga naik bulan depan nggak mengubah bagian bulan lalu. Angkanya dikunci pas transaksinya selesai.
Tangan di gunting, duit di orang lain

Kamu nggak bisa motong sambil ngawasin laci. Beres-beres mau pulang, laci kurang, nggak ada yang tahu sejak kapan.

  • Laci cocok sendiri tiap tutup shift. Selisihnya muncul lengkap sama tanggal dan namanya.
  • Kasir nggak pernah lihat laba. Batal sama refund wajib pakai alasan dan kata sandi, tersimpan permanen.
Cabangnya udah lebih dari satu

Badan cuma bisa di satu tempat. Cabang yang nggak kamu tungguin jadi cabang yang nggak kamu tahu.

  • Semua cabang di satu layar. Tiap cabang punya kasir, laci, dan shiftnya sendiri.
  • Per barber kelihatan: berapa transaksi, berapa omzet, rata-rata per pelanggan.

Naik dari satu kotak ke kotak berikutnya nggak perlu ganti aplikasi. Pas karyawan pertama datang, aturan komisi tinggal dinyalakan. Pas cabang kedua buka, tinggal ditambah. Riwayatmu ikut, nggak ada yang ditinggal.

Mencatat Cukup Tiga Langkah

Nutup semua itu nggak butuh sistem ribet. Cuma butuh tiap transaksi kecatat — dan itu sepuluh detik, sambil berdiri, pas pelanggan lagi nunggu.

1
Pilih barber

Siapa yang ngerjain. Komisinya ngikut sendiri.

2
Pilih layanan

Harga keisi otomatis dari daftar harga barbershopmu.

3
Bayar

Tunai, QRIS, transfer, atau gabungan. Kembalian dihitung.

Sisanya jalan sendiri: komisi kehitung, uang laci gerak, laporan ikut keisi. Nggak ada kerjaan tambahan di akhir hari.

Lihat CatatBarber Bekerja

Rekaman aplikasinya sendiri, bukan animasi. Lihat dulu, baru putuskan.

“Saya Aja Gaptek, Apalagi Orang Saya”

Nggak ada yang mau ngaku gaptek keras-keras, tapi ini yang paling sering bikin orang nunda nyoba. Dan itu wajar — selama ini aplikasi kasir emang dibikin buat orang kantoran, bukan buat orang yang tangannya lagi megang gunting.

Nggak ada yang perlu dihafal

Barber, layanan, bayar. Tombolnya besar, harganya keisi sendiri, kembalian dihitung. Nggak ada kode, nggak ada istilah akuntansi.

Tiap orang cuma lihat bagiannya

Kamu lihat semuanya. Partner atau kasir cuma lihat yang jadi urusannya, barber cuma lihat kerjaannya sendiri. Yang nggak kelihatan nggak bisa keliru dipencet.

Salah pencet bisa dibenerin

Transaksi salah dibatalkan pakai alasan, dan jejaknya tersimpan. Nggak ada yang perlu takut mencet, dan kamu tetap tahu apa yang terjadi.

Pakai HP yang udah ada

Nggak beli mesin, nggak pasang apa-apa. Buka lewat HP kamu, HP kasir, atau komputer yang udah di meja.

Kalau kamu bisa pakai WhatsApp, kamu bisa pakai ini. Begitu juga partner sama kasirmu. Satu transaksi selesai di bawah 15 detik buat yang udah biasa — lebih cepat daripada nulis di buku.

Coba Hitung Punyamu

Sebelum lihat harganya, hitung dulu yang sekarang lagi bocor. Contoh barbershop 20 pelanggan sehari, rata-rata Rp35 ribu sekali potong.

Selisih laci Rp20 ribu sehari sama dengan hilang

Rp600.000tiap bulan

padahal

CatatBarber sebulan cuma

Rp69.000per cabang

Ganti angkanya sama punyamu. Kalau hasilnya masih lebih gede dari Rp69 ribu, selama ini kamu bayar lebih mahal buat nggak tahu.

Nggak semua Rp600 ribu itu bakal balik. Tapi begitu tiap selisih ada tanggal sama namanya, yang “entah ke mana” biasanya berhenti sendiri.

Angka di atas cuma contoh, bukan janji. Yang tahu angka barbershopmu cuma kamu — dan itu justru masalahnya: sekarang pun kamu belum tahu persis.

Harga

Satu harga per cabang. Nggak ada biaya pasang, nggak ada batasan jumlah barber, transaksi, atau pelanggan.

Rp2.300 sehari. Selisih laci satu hari aja udah lebih mahal daripada sembilan hari langganan.

Harga perkenalan · 100 cabang pertama

Rp69.000 /cabang/bulan Rp99.000

Setara Rp2.300 per hari — nggak sampai sepotong rambut sebulan sekali.

Coba 7 hari gratis dulu. Nggak perlu kartu kredit, nggak perlu bayar di depan.

Punya lebih dari satu cabang? Tiap cabang tambahan Rp69.000 juga — dihitung per cabang yang kamu pakai, bukan paket borongan.

Sisa 52 cabang 48 dari 100 sudah diambil

Harga yang kamu dapat dikunci. Begitu 100 cabang pertama terisi, harganya naik jadi Rp99.000/cabang/bulan — tapi yang sudah masuk duluan tetap bayar Rp69.000 seterusnya.

Nggak Cocok? Berhenti Aja

Nggak usah masukin kartu kredit

Daftar, pakai, selesai. Nggak ada nomor kartu yang diminta di mana pun.

Nggak ada tagihan otomatis

Kalau kamu diam aja, nggak ada yang kepotong. Perpanjangan selalu kamu yang mulai.

Datamu tetap punya kamu

Berhenti berlangganan nggak menghapus apa pun. Seluruh catatanmu tetap bisa dilihat dan diunduh.

Coba 7 Hari Gratis

Lima belas menit buat masukin barber sama daftar harga, terus udah bisa dipakai kasir hari itu juga. Minggu depan, pertanyaan yang selama ini kamu jawab kira-kira udah ada angkanya. Nggak perlu kartu kredit, dan nggak akan ditagih otomatis — kalau nggak cocok, tinggal berhenti.

Sisa 52 dari 100 cabang yang dapat harga perkenalan Rp69.000/cabang/bulan (setara Rp2.300 per hari) — dan harga itu dikunci selamanya buat yang masuk duluan.

Grupnya tempat nanya dan kasih masukan — bukan syarat buat nyoba.